International Geodiversity Day 2026: Perkuat Kompetensi Ranger Dukung Program School Goes to Geopark

Geopark Kebumen

KEBUMEN – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kebumen bersama Badan Pengelola (BP) Geopark Kebumen terus memperkuat kompetensi ranger untuk meningkatkan kualitas edukasi dan interpretasi warisan bumi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Ranger Geopark Kebumen Tahun 2026 yang digelar di kawasan Objek Wisata Gua Jatijajar, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini sekaligus untuk mendorong pengembangan program School Goes to Geopark bagi pelajar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan International Geodiversity Day 2026 bertema “Geodiversity on Our Doorstep”. Melalui kegiatan tersebut, Disparbud dan BP Geopark Kebumen mendorong peningkatan kemampuan ranger dalam menyampaikan informasi mengenai geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya kepada wisatawan, masyarakat, serta peserta didik.

Penguatan kapasitas ini juga menjadi langkah untuk memperluas fungsi Kebumen UNESCO Global Geopark sebagai ruang edukasi publik. Ranger tidak sekadar bertugas memandu wisatawan, tetapi juga membantu pengunjung memahami keterkaitan antara proses geologi, lingkungan alam, sejarah, dan kehidupan masyarakat setempat.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, antara lain Kebumen Geopark Youth Forum (KGYF), pemandu Galeri Geopark Kebumen, pemandu Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Kebumen, perwakilan pengelola Objek Wisata Gua Jatijajar, serta komunitas Sahabat Bumi.

Keterlibatan berbagai komunitas tersebut diharapkan memperkuat koordinasi antara pengelola destinasi, pemandu, komunitas, dan unsur kepemudaan dalam menjalankan edukasi serta pelestarian warisan bumi.

Geopark Kebumen
Para ranger Geopark Kebumen mengikuti peningkatan kompetensi.

Perkuat Interpretasi Geologi dan Karst

Materi pertama disampaikan Ketua HPI DPC Kebumen yang juga Anggota Bidang Litbang dan Kebudayaan BP Geopark Kebumen Irfan Hadianto SE dengan topik “Geologi Karst dan Interpretasi Karst Gombong Selatan”.

Materi tersebut membahas karakteristik kawasan karst sekaligus pentingnya kemampuan ranger menerjemahkan informasi geologi menjadi penjelasan yang menarik dan mudah dipahami pengunjung. Keterampilan interpretasi diperlukan agar pemanduan tidak berhenti pada penyampaian fakta, tetapi juga membantu pengunjung memahami proses pembentukan bentang alam dan nilai pentingnya bagi kehidupan.

Selanjutnya, praktisi pariwisata Sigit Tri Prabowo menyampaikan materi “Geodiversity on Our Doorstep sebagai Penguatan Edukasi School Goes to Geopark”.

Pembahasan berfokus pada pemanfaatan keragaman geologi di lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran kontekstual. Pendekatan tersebut membuka peluang bagi sekolah untuk memanfaatkan kawasan geopark sebagai ruang belajar di luar kelas, sehingga peserta didik dapat mengenal warisan bumi melalui pengamatan dan pengalaman langsung.

Dalam pengembangan pariwisata berbasis edukasi, ranger membutuhkan keterampilan komunikasi publik, penyusunan alur cerita, teknik interpretasi, serta kemampuan menyesuaikan materi dengan usia dan karakteristik pengunjung.

Karena itu, kegiatan peningkatan kapasitas juga mencakup simulasi dan praktik pemanduan lapangan. Peserta berkesempatan mempraktikkan penyampaian informasi secara langsung, kemudian mengikuti evaluasi, diskusi, dan pemberian umpan balik untuk mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan.

Geopark Kebumen
Peserta bersama narasumber dan fasilitator foto bersama.

School Goes to Geopark Jadi Fokus Kolaborasi

Salah satu fokus strategis Disparbud dan BP Geopark Kebumen adalah mengembangkan program School Goes to Geopark. Program ini diarahkan untuk mendekatkan pelajar dengan potensi geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya Kebumen melalui kunjungan edukatif, praktik lapangan, serta pembelajaran berbasis pengalaman.

Pengembangan program tersebut juga membuka peluang pemanfaatan potensi geopark dalam pembelajaran kontekstual dan muatan lokal di sekolah-sekolah Kabupaten Kebumen.

Untuk mendukung pelaksanaannya, sejumlah langkah perlu disiapkan, mulai dari pendataan kompetensi dan minat ranger, penyusunan paket edukasi, hingga inventarisasi materi pembelajaran. Koordinasi dengan sekolah, perangkat daerah yang membidangi pendidikan, serta mitra terkait juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan program yang terarah.

Selain itu, pengelola perlu menyiapkan panduan pemanduan, lembar aktivitas pelajar, dan media edukasi agar kegiatan kunjungan tidak sekadar menjadi perjalanan wisata, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang terukur.

Melalui kolaborasi tersebut, Disparbud dan BP Geopark Kebumen berupaya membangun keterhubungan antara pengembangan pariwisata, pendidikan, dan pelestarian lingkungan. Peningkatan kompetensi ranger menjadi salah satu fondasi untuk menghadirkan layanan interpretasi yang informatif, komunikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pengunjung.

Penguatan peran ranger juga diharapkan memperluas jangkauan edukasi geopark kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian geodiversitas.

Langkah ini sejalan dengan pengembangan Kebumen UNESCO Global Geopark melalui pendekatan edukasi, konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pariwisata berkelanjutan. Dengan sinergi antara Disparbud, BP Geopark Kebumen, komunitas, dan lembaga pendidikan, potensi geopark diharapkan semakin optimal sebagai sumber pembelajaran sekaligus aset pembangunan daerah. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *