Geopark Kebumen Masuk Muatan Lokal Sekolah, Siswa Dikenalkan Geologi hingga Budaya

KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen mulai mengintegrasikan pengetahuan tentang Geopark Kebumen ke dalam pembelajaran sekolah sebagai muatan lokal. Program yang menyasar jenjang PAUD hingga SMP dan Pendidikan Kesetaraan itu diperkenalkan melalui kegiatan Pengembangan Sekolah Geopark Kebumen sebagai Muatan Lokal Tahun 2026 di Hotel Candisari, Kecamatan Karanganyar, Jumat (18/9/2026).

Program tersebut bertujuan memperkenalkan kekayaan daerah kepada peserta didik, mencakup aspek geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya. Selain memperluas pengetahuan tentang potensi lokal, pembelajaran ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap konservasi dan pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen, Agus Sunaryo. Dalam pengembangan materi pembelajaran, Geopark Kebumen mengangkat tiga unsur utama, yakni keragaman geologi (geodiversity), keragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity).

Agus Sunaryo mengatakan kekayaan alam dan budaya Kebumen perlu dikenalkan kepada masyarakat sejak usia sekolah, terutama kepada generasi muda.

Menurut dia, pemahaman terhadap potensi daerah tidak hanya memperkuat pengetahuan peserta didik mengenai lingkungan di sekitarnya, tetapi juga dapat menjadi modal untuk melihat peluang pengembangan ekonomi masyarakat.

Diintegrasikan dalam Berbagai Kegiatan Sekolah

Pembelajaran Geopark Kebumen dapat diterapkan pada sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga Pendidikan Kesetaraan.

Sekolah dapat mengintegrasikan materi geopark melalui pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler. Selain itu, sekolah dapat mengembangkannya melalui kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya maupun dalam pengelolaan dan manajemen sekolah.

Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Ir. Chusni Ansori, menjelaskan bahwa pengembangan geopark bertumpu pada tiga pilar utama.

Ketiga pilar tersebut meliputi edukasi, konservasi, dan pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Karena itu, pembelajaran geopark tidak berhenti pada pengenalan situs atau kekayaan alam, tetapi juga menghubungkan pengetahuan tersebut dengan upaya pelestarian dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi turut menghadirkan Ki Among Prasetyo, Anggota Bidang  Edukasi dan Kerjasama Badan Pengelola Geopark Kebumen serta Martiono, Kepala Bidang SMP Disdikpora Kebumen, sebagai narasumber.

Melalui penerapan Geopark Kebumen sebagai muatan lokal, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk mempelajari potensi daerah secara lebih dekat. Materi pembelajaran dapat menghubungkan lingkungan, keanekaragaman hayati, warisan geologi, serta budaya lokal dengan kehidupan sehari-hari.

Pemkab Kebumen berharap pendekatan tersebut dapat membangun kepedulian generasi muda terhadap keberadaan warisan alam dan budaya daerah. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah juga diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik untuk ikut menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi Kebumen secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *